SUNYAMEDIA. ID, BANJARMASIN – Inflasi di Kalimantan Selatan pada Februari 2026 tercatat sebesar 0,86 persen secara bulanan (month to month/MtM), lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang berada di angka 0,68 persen. Data tersebut disampaikan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan dalam paparan mengenai perkembangan inflasi menjelang hari raya.
Kepala BPS Kalsel, Mukhamad Mukhanif, menjelaskan beberapa komoditas memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulanan di daerah ini, yakni emas perhiasan, daging ayam ras, ikan nila, cabai rawit, dan beras. Dari komoditas tersebut, emas perhiasan menyumbang andil paling besar terhadap kenaikan harga.
Sementara itu secara tahunan (year on year/YoY), inflasi Kalimantan Selatan pada Februari 2026 tercatat 5,97 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 4,76 persen. Komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan adalah tarif listrik dan emas perhiasan.
BPS mencatat kenaikan harga emas dalam setahun terakhir mencapai 78,99 persen, sehingga berkontribusi besar terhadap inflasi di daerah. Selain itu, secara statistik terjadi lonjakan pada komponen tarif listrik karena pada Februari 2025 sempat diberlakukan diskon, sehingga pada Februari 2026 terlihat terjadi kenaikan signifikan dalam perbandingan tahunan.
Selain dua komoditas tersebut, BPS juga mengingatkan beberapa faktor yang berpotensi mempengaruhi inflasi menjelang hari raya, antara lain kondisi geopolitik global yang dapat memicu kenaikan harga komoditas impor dan energi, dampak musim hujan terhadap komoditas hortikultura, potensi banjir pada lahan padi, serta peningkatan permintaan masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
BPS menyebutkan, jika komoditas emas perhiasan dan tarif listrik dikeluarkan dari perhitungan, maka inflasi tahunan Kalimantan Selatan sebenarnya berada di kisaran 1,87 persen, tidak jauh berbeda dengan inflasi nasional sekitar 1,53 persen.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan diharapkan tetap mewaspadai perkembangan harga sejumlah komoditas strategis menjelang puncak konsumsi masyarakat saat hari raya.
sumber : tam
